Telephone umum hari ini
Disalah satu sudut Jakarta, telephone umum telah beralih fungsi menjadi tempat penyimpanan krupuk dan styrofoam tukang bubur. Dulu telephone umum seperti ini menjadi idola saya dikala saya berada diluar rumah. Dijaman handphone belum menguasai hajat hidup orang banyak. Disaat itu banyak kenangan indah tentangnya. Tanpanya saya akan berdiri menunggu tanpa kepastian kehadiran seseorang. Tanpanya mungkin saya akan terkena tegur karena tagihan telephone rumah naik. Tanpanya mungkin akan terasa seperti ketinggalan handphone dirumah. Di Jakarta, sebuah fasilitas publik belum tentu selamat dari tindakan iseng atau vandalisme oleh sebagian dari publik itu sendiri. Entah dicorat-coret atau pada tingkatan yang lebih ekstrim, pengerusakan. Tindakan tersebut sangat tidak "saya banget", saya lebih senang dengan yang lebih kreatif. Teringat akan seorang teman melubangi koin seratusan logam dan diikatkan benang sehingga ia dapat menelpon berulang kali, ia menamakannya koin tarik. Lain hal d...