Hujan yang turun membasahi bumi, aku dan juga kamu Biarkan membasuhi semua jiwa raga yang mulai kering Hingga semua akan berbinar Segar seperti dulu lagi
bagaimana jika mati sekarang habis tak hidup lagi tak bernyawa tamat sesal seperti halnya mereka yang meminta kesempatan kedua karena akhir yang buruk sudah pernah diceritakan? ampun aku sesungguhnya lemah mereka masuk dari segala penjuru arah yang terkutuk akan menggoda sampai akhir jaman selamat dunia selamat akhirat selamatkan aku lindungi aku berikanlah jalan yang lurus aku takut Ya Rabb
it is sad to see you sad wish i can hold that tears a little bit longer not to fall down not to cry and i said "don't cry" than "i'm sorry" "wish that i can make you happy" damn.. seems that i have used that word for several time sorry...
kemarin langit terang sekali biru sekali indah sekali dihiasi awan putih melati dilintasi merpati anggun sekali kemarin pohon berbaris rapi banyak sekali sejuk sekali tempat udara lahir kembali untuk hidupi semua insani lihatlah kini gelap sekali rataplah kini semua pergi lihatlah kini gersang sekali rataplah kini semua mati Go green or dead
a lot of stuff in my head from a b, c, d e, f g, h, i, and bla, bla, bla... some i want to make it disappear some i want to make it happen some coming out from no where some always be my point of view some i call it trouble some i name it dream some i give it a try some i leave it behind
One of my best friend say hello to me She said "How's Life?" Than i say to her "Life is great!" "Really?" some voice from no where pop up suddenly. "Yeah.. really..!!" i said "Really, really, really that great?" it keep coming again. Again Again And again Than i start to think Again Again And again I'll make it greater than.
Aku sendiri dengan detak jantung Bersautan dengan detik detik jam yang bergulir Entah sudah berapa kali ia berdetak Satu yang pasti, apa yang dikerjakannya Membuat aku masih hidup sampai saat ini Aku sendiri dengan detak jantung Bersama tenggelam dikedalaman air Bukan untuk mati Hanya untuk mendengarkan suara Degup-degup kehidupan Aku sendiri dengan detak jantung Mengikuti ketukan tiap-tiap nafas Begitu indah Seperti ketukan sebuah mesin drum Mengiringi ritme sampai akhir lagu Aku sendiri dengan detak jantung Merasa beruntung dan bersyukur Betapa ia berjalan tanpa ku suruh Untuk suatu tujuan yang pasti Sebuah pelajaran bagi yang berpikir Pagi, Ciumbuleuit, 20 Maret 2009
lewati malam yang kering tak ada angin peluh terusir dari tempatnya basahi raga entah jiwa hitung detik ke menit ke jam masih lama menunggu pagi aku ingin sekali sesapi embun pagi
langganan itu koran atau majalah langganan kok banjir musim itu rambutan, mangga atau duren musim kok demam berdarah lobang itu digigi atau dihidung lobang kok dijalanan makan itu roti, bubur atau ayam tepung makan kok ati
Sebuah pertanyaan mengalung dibenaknya Aku tahu itu Bahkan dibenak ku pun Kapan bisa begini dan begitu Kapan punya ini dan itu Terlalu tinggi mungkin Tapi guru ku bilang cita-cita harus setinggi langit Jadi tak mengapa bila sedikit berharap kan? Kenapa tak banyak sekalian ? Karena dari sedikit akan menjadi banyak Karena aku tak ingin jadi rakus Berharap satu persatu terjawab Berharap tak terus menuntut Sampai suatu hari nanti Saatnya tiba untuk kita
aku merasa suci seperti habis dimandikan air keramat aku merasa menang seperti habis mengalahkan tawuran nafsu lalu aku menjadi khawatir jika nanti aku mulai mengotori diri sendiri dan kalah pada tawuran berikutnya semoga tidak ku berharap tidak... Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H Mohon maaf lahir dan batin.
Ketika sebuah ketidakyakinan menyerang diri sendiri Dia menanyakan kesanggupan "Bisakah?" Ketika sebuah kepercayaan diri dipertanyakan Bukan oleh siapa-siapa Diri sendiri bersambung
seperti ada diantara bintang bintang terang gemilang diatas, dibawah, kanan, kiri diseluruh penjuru mata angin semua berkilau bagai peri semua menarik bagai lekuk tubuh bidadari tak satu pun digenggaman hanya diangan saja untuk menggenggam berharap ada satu saja yang berhasil masuk dekapan sekarang masih berkelut mencoba peruntungan dan masih berpikir mungkinkah ?
seakan aku bisa menembus matanya melewati nadi melihat hatinya saat hatinya senang mata itu terlihat berbinar berkilau bagai bintang namun bila hati sedang membiru mata itu terlihat redup bagai bintang terhalang awan entah berapa kali aku membuat bintang terhalang awan dari mata itu juga aku melihat berjuta rasa kecewa, kesal bahkan marah tapi dibalik mata itu pula aku melihat kata maaf yang sering aku minta benarkah? atau hanya aku saja yang berharap kata itu hari ini aku redupkan lagi bintang bukan karena awan hanya karena aku terlalu sering aku redupkan cahayanya bukan karena awan hanya karena aku maaf ?
Ada kotoran di hidung ku tapi kau tak bisa melihatnya yang kau lihat hanya hidung ku yang mancung Kau tahu, ada kotoran juga di kuping ku ? tapi kau juga tak dapat melihatnya yang kau lihat hanya kuping ku yang terlihat indah dengan anting mengkilau Sesungguhnya banyak kotoran di dalam sini hanya aku tak mau kau tahu aku hanya ingin kau tahu yang indah-indah saja Kalau saja kau benar-benar bisa melihat melihat menembus segala keindahan mungkin saja kau bisa menemukan kebusukan dibalik itu semua
Sabtu pagi Sebuah perjalanan menuju Ciawi Menjemput hati kembali ke tempatnya Seperti mengulangi sebuah peristiwa belasan tahun yang lalu Saat seorang anak kecil pergi dengan ibunya Di kereta yang sama, ke stasiun yang sama Tapi dengan tujuan akhir yang berbeda Anak kecil itu berdiri di bangku penumpang samping jendela Melihat jauh ke setiap sudut pemandangan yang perlahan menjauh tertinggal kereta Terkadang diam-diam mengeluarkan kepalanya yang mungil dari jendela Karena tahu ibunya tak kan mengizinkan Angin yang menerpa wajahnya seperti menghiburnya Setiap stasiun, setiap kereta berhenti Bahkan setiap pengemis datang untuk meminta Anak kecil itu begitu gembira Anak kecil itu sudah tak kecil lagi Kini ia sudah besar Hanya terkadang ia masih suka merindukan masa kecilnya.
aku seperti huruf yang tak terbaca seperti halnya angka yang tak dihitung aku adalah sisa yang tak terpakai aku adalah lebih yang terbuang aku hanya ingin sedikit yang bermakna bukan banyak yang fana aku hanya ingin berarti itu saja
ku beri kau 2 jantung agar kelak jantung mu berhenti berdegup masih ada jantung lain yang menggantikan tugasnya dengan demikian kau masih terus dapat hidup percuma kau beri aku 2 jantung berharap aku masih dapat terus hidup jika memang hidup ku berakhir sampai disini berakhirlah !! karena dengan 2 ginjal pun aku tak dapat meneruskan hidup