Bagaimana cara menggunakan Hyperdia.com | Search Details

Bagaimana cara menggunakan Hyperdia.com secara singkat sudah saya jelaskan sebelumnya disini namun terkadang kita perlu memodifikasi pencarian kita, misalnya kita tak ingin menggunakan pesawat dalam rute perjalanan, ingin melewati stasiun tertentu atau bahkan hanya memilih jalur kereta tertentu saja. Semua itu bisa diatur dalam Menu Search Details.

Search Details Hyperdia.com

Klik Search Details maka form isian Timetable and Route Search akan memanjang seperti gambar disamping. Bagaimana cara mengisinya, berikut saya sampaikan penjelasan singkatnya. 

From s/d Type sudah saya jelaskan di postingan sebelumnya disini.

Selanjutnya adalah kolom Via1, Via2 dan Via3. Kolom ini digunakan bila kita ingin perjalanan kita "mampir" alias via stasiun tertentu. Misal dari Kansai Airport kita ingin pergi ke Kyoto dengan melewati Stasiun Osaka. Maka kita isi Val1 dengan Osaka.

Order, ada 3 variabel yang kita bisa pilih untuk mengurutkan hasil pencarian kita, Time, Transfer dan Money. Terserah kita mau "sort" sesuai dengan apa. Saya kebanyakan dan bahkan selalu memilih Time untuk pilihan Order ini. Jika ingin mengurutkan berdasarkan biaya perjalanan maka kita harus memilih Money dan Transfer untuk pilihan berdasarkan berapa banyaknya kita harus pindah kereta.

Max Route digunakan untuk memilih berapa rute yang ingin ditampilkan. Min 5 dan max adalah 10.

Setelah itu kita memilih Vehicle Type, uncheck apabila jenis kendaraan tidak ingin ada dalam rute kita. Pengalaman trip kemarin biasanya saya akan uncheck Airplane dan Nozomi/Mizuho/Hayabusa (Shinkansen).

Terakhir adalah Corp, Uncheck Private Railway apabila hanya ingin menggunakan kereta api dari Japan Railway (JR). Tidak semua stasiun terhubung oleh JR maka sebaiknya pilih dua-duanya saja.

Selamat bekerja.

0 komentar:

Bagaimana cara menggunakan Hyperdia.com

Hyperdia.com apaan sih? Hyperdia.com merupakan website yang menyediakan rute dan jadwal perjalanan kereta api dan penerbangan di Jepang. Ini sangat membantu saya sekali dalam menentukan rute perjalanan yang akan dipilih. Informasi yang dapat kita ketahui diantaranya adalah jadwal keberangkatan, jadwal tiba, lama perjalanan, harga tiket, jarak yang ditempuh, berapa kali transfer dan jenis kereta/pesawat yang digunakan. Hyperdia.com tersedia dalam 3 bahasa, Jepang tentunya, China dan Inggris.

Home page Hyperdia.com

2 komentar:

Persiapan Jalan-Jalan ke Jepang Jilid 2 | Googling kesana kemari

Saya gak bisa bayangkan bila tidak ada internet, semua informasi yang saya butuhkan ada dalam jari jemari saya. Tinggal ketik mau tau apa, oom google akan menjawab.

Berikut adalah website yang sering saya kunjungi untuk persiapan jalan-jalan ke Jepang :

1. Agoda.com. Informasi mulai dari lokasi hotel, harga, foto kamar, fasilitas hotel dan review dari customer ada disana. Tinggal sesuaikan saja dengan kebutuhan. Jika ingin yang lebih murah lagi bisa mempertimbangkan untuk menginap di hostel. hostelworld.com atau hostels.com. Biasanya kamar berbentuk dorm, bareng-bareng sama traveller lain. Ada yang campur cowok cewek atau dipisah. Dibeberapa hostel juga ada yang menyediakan 1 kamar untuk 1 orang saja. Lebih enak sih walau kamar mandinya diluar, lebih privacy. Kamar mandi biasanya sharing. Tapi yang enak biasanya ada dapur lengkap dengan perabotannya seperti kompor dan microwave. Bisa berhemat makan dengan memanfaatkan dapurnya untuk sedikit repot memasak. Rencana awal di Osaka kami berencana menginap di J-Hoppers selama 2 malam, namun sayang kami eh saya terlambat book jadi sudah penuh.

2 komentar:

Itineray Jepang Jilid 2 (Osaka, Kyoto, Shirakawago, Tateyama Alpen Route, Shibazakura)

Menyusun itinerary kali ini kita menyontek dari paket tour salah satu travel agen ternama di Jakarta, yaaaah walau gak sama dan lebih singkat waktunya paling gak kita dapat gambaran mau kemana saja. Highlight kami adalah Osaka, Kyoto, Shirakawago, Tateyama Alpen Route dan terakhir Shibazakura.

Berikut adalah contoh itinerary dari travel agent tersebut :

7 Hari - Japan Alpine Route, Shirakawa Go + Shibazakura (Malaysia Airline)

Day 1 : Jakarta - Kuala Lumpur - Kansai
Day 2 : Osaka (Osaka Castle, Shinsaibashi), Kyoto (Kiyomizu Temple), Biwa (Photo stop Lake Biwa).
Day 3 : Biwa, Takayama (Takayama Sannomachi, Shirakawago World Heritage), Kanawaza (Kanazawa Castle)
Day 4 : Kanawaza, Tateyama Alpine Route, Matsumoto
Day 5 : Matsumoto (Motosuko Resort - Shibazakura), Mt Fuji, Yokohama (Minato Mirai, Ramen Museum), Tokyo
Day 6 : Tokyo (Asakusa Kannon Temple, Tokyo Sky Tree, Nakamise Shopping Street, Ginza/Odaiba), Narita 
Day 7 : Narita - Kuala Lumpur - Jakarta (Malaysia Airline)

0 komentar:

Mengurus Visa Jepang | Tanpa bantuan biro jasa

Mengurus Visa Jepang ternyata sangatlah mudah dan cepat. Harus saya tambahkan murah karena menurut rekan saya yang mengurus Visa Jepang lewat biro jasa ternyata lebih mahal. Ini dikarenakan adanya biaya jasa pengurusan visa. Jika merasa gak punya waktu, skip out sebentar dari kantor pun susah, maka gak ada salahnya menggunakan jasa mereka. Yang penting kerjaan kelar, Visa beres.

Sebelum datang ke Konsulat Jepang, cek KTP anda, dimanakah KTP tersebut diterbitkan? Jika di Depok, seperti saya, maka kita bisa mengurusnya di Kedubes Jepang yang ada di Thamrin, alamat lengkapnya di Jl. MH. Thamrin No. 24, Jakarta, 10350. Telp. 021 31924308 Fax. 021 3157156. Letaknya ada di depan EX Plaza Indonesia. Wilayah Yurisdiksi (wilayah kerja) dari Bagian Konsuler Kedubes Jepang di Jakarta ini adalah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu dan Lampung. Untuk melihat wilayah yurisdiksi lainnya bisa mengunjungi websitenya disini.

Ada beberapa jenis visa yang bisa diperoleh, sesuaikan saja dengan kebutuhan, kali ini saya membuat Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Wisata dengan Biaya Sendiri. Dokumen apa saja yang dibutuhkan silahkan cek disini.

Jam kerja adalah hari senin - jum'at (kecuali pada hari libur nasional dan libur kedutaan). Untuk pengajuan permohonan visa : pukul 08:30 s/d 12:00 dan untuk pengambilan paspor/visa : pukul 13:30 - 15:00. Harap diperhatikan jamnya, jangan sampai kita mau mengurus visa datang setelah jam makan siang! bakalan ditolak mentah-mentah.

Biaya ternyata ada perubahan, tapi tenyata perubahan yang baik menurut saya karena jadi lebih murah. Total biaya Visa Jepang saya dan istri  adalah Rp. 640.000. Berikut tabel perubahan biaya pengurusan Visa Jepang :


Harga LamaHarga Baru
    1.Visa Single EntryRp 350,000,-Rp 320,000,-
    2.Visa Multiple EntryRp 700,000,-Rp 640,000,-
    3.Visa TransitRp 80,000,-Rp 70,000,-

Lama gak prosesnya? di website sih min 4 hari kerja dan pengalaman saya kemarin submit hari jum'at tanggal 2 Mei dan bisa diambil hari rabu siang tanggal 7 Mei 2014. 

Untuk info detail silahkan main-main ke websitenya http://www.id.emb-japan.go.jp/ atau telpon jika ada informasi yang kurang jelas.

Recipt Visa Jepang
Tips jika ingin mengurus Visa Jepang sendiri :

1. Datanglah pagi sebelum jam buka. Pengalaman kemarin saya datang 15 menit sebelum jam buka dan sudah ada 5 antrian didepan saya.
2. Pastikan dokumen sudah lengkap dan tertata rapih urut sesuai dengan permintaan mereka.
3. Bawa identitas asli, seperti KTP atau SIM karena untuk masuk identitas asli akan ditukarkan dengan ID visitor. 
4. Bergegaslah masuk untuk mengambil no antrian dan tunggulah sebentar. Pengalaman saya kemarin submit dokumen ini tidak sampai 15 menit sudah selesai.
5. Gak boleh nelpon, ini kejadian sama saya yang sempat ditegur karena menerima panggilan telpon.
6. Datanglah ke loket yang diminta ketika no kita dipanggil, serahkan dokumen yang sudah kita siapkan. Setelah itu mereka akan meminta kita untuk mengisi form yang nantinya digunakan untuk pengambilan Visa Jepang.
7. Jangan lupa untuk tanggal pengambilannya. Jangan sampai terlewat.
8. Pada waktu pengambilan tidak apa-apa jika lupa menyiapkan uang pas, mereka punya kembaliannya kok. Cash only. Gak ada mesin EDC terlihat disana.
9. Jangan lupa mengambil no antrian. Pada waktu saya mau ambil Visa Jepang, antrian sangat panjang sekali sekitar 20 orang. Namun prosesnya cepat, tidak sampai 1 jam no saya sudah dipanggil.
10. Setelah bayar mereka akan membuat receipt dan menyerahkan paspor kita, cek lagi visanya jangan sampai salah nama.
11. Jangan lupa ambil ID di pos satpam
12. Jika bawa mobil bisa parkir di EX dan motor bisa parkir di exit belakang EX. Mereka gak punya parkiran.

Selamat mengurus Visa Jepang.

0 komentar:

Pesawat Air Asia X - Jakarta (CGK) - Kuala Lumpur (KUL) - Osaka (KIX) - Return

Setelah memutuskan untuk pergi lagi ke Jepang, maka ada beberapa hal yang harus diurus, mulai dari tiket pesawat, visa, detail itinerary, tempat menginap, transportasi yang akan digunakan disana dan perlengkapan yang harus dibawa. Dengan kerjaan kantor yang sudah banyak menyita waktu dan pikiran, belum lagi harus memikirkan bagaimana itinerary liburan nanti, sepertinya PR besar buat saya. Kurang dari sebulan kami sudah harus berangkat dan istri sempat bilang "enakan pake tour kan, gak pusing mikirin ini itu..." 

Untuk pesawat kami menggunakan Air Asia X yang kami book on line tanggal 17 April 2014. Berangkat tanggal 15 Mei 2014 pukul 8:30 PM dari Jakarta (CGK) menuju Kuala Lumpur (KUL) tiba pukul 11:30 PM dan dilanjutkan dari KUL pukul 01:00 AM dan tiba sampai Osaka (KIX) pukul 8:25 AM tanggal 16 Mei 2014. Pulang tanggal 21 Mei 2014 dari KIX pukul 11:00 AM menuju KUL tiba pukul 4:45 PM dan dari KUL pukul 6:55 PM dan tiba sampai CGK pukul 08:00 PM. 

0 komentar:

3 alasan memilih jalan-jalan sendiri

Jalan-jalan sendiri tanpa bantuan travel agen lebih menyenangkan buat saya. Lebih repot sih, karena harus menyusun itinerary sendiri, mengatur budget sendiri, beli tiket transportasi sendiri dan semuanya serba sendiri. Tapi itulah "fun"nya, mengetahui semua yang telah direncanakan berjalan dengan lancar dan pulang dengan selamat.

Berikut 3 alasan saya yang lebih memilih jalan-jalan sendiri :
1. Jadwal liburan lebih fleksibel. Beberapa travel agen biasanya telah membuat jadwal perjalanan tiap paket-paket tour tertentu. Kita harus menyesuaikan jadwal kita dengan jadwal tersebut.
2. Leluasa untuk memilih tempat wisata favorit. Jalan-jalannya group tour harus sesuai dengan itinerary yang telah dibuat travel agen dan biasanya dibatasi waktunya karena mengejar spot yang lain. Jadi bila ada spot yang kurang diminati, kita harus tetap berkunjung kesana namun apabila ada spot yang benar-benar menarik, kita punya waktu yang terbatas untuk menikmatinya.
3. Merasakan transportasi publik setempat. Ini yang menyenangkan! Seakan menjalani kehidupan yang berbeda. Merasakan menjadi bagian dari society. Ini lebih mengasyikan ketimbang harus duduk di bus dari satu tempat ke tempat yang lain.

Tapi itu saya. Saat ini. Selamat berlibur.

0 komentar:

liburan enakan pake tour atau jalan sendiri ?

Jika itu yang ada dibenak teman-teman waktu mau liburan ke suatu tempat, maka berikut adalah opini saya pribadi mengenai pertanyaan diatas.

Pertama, jika teman-teman mau liburan tanpa harus memikirkan naik apa kesananya? buat jalan-jalan dari satu tempat wisata ke tempat wisata lain pake apa? cara bayarnya gimana? pokoknya gak mau nyasar dan ogah banget nyari tahu, males nanya pula, maka teman-teman harus pake tour.

Kedua, jika teman-teman mau liburan tanpa harus memikirkan pagi, siang, malam makan apa? ini halal gak ya? mahal gak ya? pokoknya maunya tinggal makan aja, maka teman-teman juga harus pake tour.

Ketiga, jika teman-teman mau liburan tanpa harus memikirkan nanti malam tidur dimana ya? hotelnya bagus gak? kamar mandi didalem apa diluar? pokoknya tinggal tidur aja, maka teman-teman kudu harus pake tour.

Mengenai harga yang ditawarkan oleh paket tour apakah pasti lebih mahal apabila kita jalan-jalan sendiri? kalo menurut opini pribadi saya, gak juga. Jalan-jalan sendiri juga bisa lebih mahal walaupun dengan waktu tour yang lebih singkat.

Kenapa? Banyak pertimbangannya. Seperti dari hotel yang kita pilih. Transportasi yang kita gunakan. Makan dan minum sehari-hari yang kita konsumsi. Tiket masuk ke sejumlah tempat wisata dan yang pasti budget buat oleh-oleh. Jadi mau jalan-jalan sendiri atau ikut tour, terserah saja, yang penting kita menikmatinya.

Selamat berlibur.

0 komentar:

Jalan-jalan ke Jepang jilid 2

Ini kali ke 5 kami pergi jalan-jalan ke luar negeri. Setelah Hongkong dan Shenzhen, Kuala Lumpur, Jepang, Singapore dan... Jepang lagi. Kenapa ke Jepang lagi? Kenapa gak ke negara lain? Rata-rata itu yang ditanyain sama beberapa teman dan keluarga ketika tahu kami akan liburan ke Jepang lagi.

Perlu dijawab ya? Yah kalo memang mau tau kenapa ke Jepang lagi itu karena kami belum sempat main ke Osaka. Liburan pertama dulu kebanyakan kami habiskan di Tokyo dan day trip ke Gala Yuzawa dan dulu kami banyak bantuan dari sahabat saya Lury Sofyan beserta keluarga yang sedang study di Jepang. Nginep gratis, sarapan gratis, makan malam gratis, tour guide gratis dan pastinya banyak arahan dan nasehat #aih... tentang bagaimana caranya pergi kesana kesini tanpa harus tersesat. Oiya dia pinjemin juga Suica-nya. Terima kasih bro.

Dan ke Jepang lagi juga gara-gara Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2014 pertengahan April lalu yang ternyata membangkitkan gairah jalan-jalan kami. Banyak penawaran-penawaran paket tour menarik disana dan setelah menimbang-nimbang akhirnya kami putuskan untuk jalan sendiri tanpa tour.

Tateyama Alpine Road
Tateyama Alpine Road
I love this... A trip that never been planning before and i only got 1 month to prepare. Oh dear... 

Berhasilkah jalan-jalannya? Lebih murah mana, jalan sendiri apa pake tour? silahkan baca dipostingan selanjutnya.

0 komentar: