Stasiun Jakarta Kota

Stasiun Jakarta Kota, 27 Juli 2007, sekitar jam 3 siang

0 komentar:

Sepeda Kumbang

entah mengapa hari ini terasa begitu kelam
semua berwarna membiru menghitam
tak ingin begini selamanya

sepeda kumbang ini
membawa aku pergi
ke tempat yg ku suka dan ku lupa 'kan dirimu
ku kayuh dengan cepat
hampir secepat kilat
kiranya dapat melupakan apa yg terjadi
didalam hidupku

menghitung hari kata krisdayanti didalam lagunya
tapi ku tak ingin menghitung hariku
yg kini membiru menghitam

0 komentar:

Ahli ?

Sudah merasa ahli ?
Lihatlah para ahli yg sejati dibawah ini.

Pak Heru adalah seorang yg ahli mengenai AC
Sangking ahlinya beliau dapat membedakan merk AC hanya dengan merasakan hembusan AC yg dirasakan oleh tubuhnya.

Pak Joni adalah seorang yg ahli dalam bidang otomotif
Sangking ahlinya beliau dapat membedakan jenis dan merk kendaraan bermotor hanya dengan mencium asap yg keluar dari knalpotnya.

Bu Sobar adalah seorang yg ahli dalam bidang kuliner
Sangking ahlinya beliau dapat mengetahui merk garam yg digunakan dalam sebuah masakan.

Anda tau para ahli yg sejati lainnya ? ;-)

0 komentar:

Upacara dulu dan sekarang

Dari jaman SD sampai dengan SMA setiap hari senin dan hari kemerdekaan 17 Agustus pasti identik dengan kegiatan upacara. Dengan seragam putih-putih, dasi dan topi setiap siswa diwajibkan untuk upacara.

Selepas SMA tak ada lagi kegiatan semacam itu. Saya masuk perguruan tinggi swasta yg tidak mengadakan kegiatan upacara di lingkungan kampusnya. Jadi selama 4 tahun saya absen dari upacara.

Sekarang saya harus mulai membiasakan lagi dengan upacara. Ditempat saya bekerja setiap tanggal 17 Agustus selalu mengadakan upacara. Walau tidak setiap hari senin tapi kegiatan itu membawa beberapa kenangan masa lalu, masa-masa upacara.

Saya teringat teman saya yg jatuh langsung mencium beton lapangan upacara karena kepanasan terus pingsan atau mungkin belum sarapan, belum lagi topi atau dasi yg kelupaan, kabur dan ngumpet karena males ikut upacara, kebagian peran buat baca UUD, tiba-tiba dijewer dari belakang karena berdiri dengan sikap tak sempurna hingga yg paling mendebarkan tatkala temen-temen pengibar bendera gagal atau malah terbalik memasang bendera merah putih-nya.

Sekarang upacara tidak jauh berbeda dengan apa yg saya alami dulu. Hanya satu yg membuat perbedaan besar, saya tidak menaikan tangan kanan saya lagi untuk hormat kepada inspektur upacara dan tatkala sang saka merah putih dikibarkan.

Tanya kenapa ?

0 komentar:

Merdeka !!!

Merdeka !!!
Mereka semua berteriak merdeka...
Tidak pakai "atau mati"
hanya merdeka

Merdeka !!!
Mereka semua berteriak merdeka...
Mereka berteriak diatas pinang merah
Mereka berteriak diantara gedung pencakar langit
Mereka berteriak dibawah hangat sinar mentari

Merdeka !!!
Mereka semua berteriak merdeka...
Mereka berteriak diatas kubangan lumpur
Mereka berteriak diantara himpitan antrian manusia
Mereka berteriak dibawah kolong jembatan

Merdeka !!!
Masih banyak lagi mereka yg berteriak merdeka...
Sayup-sayup terdengar
Atau dengan lantang menantang
Diseluruh negeri
Dipelosok negeri


Dirgahayu Republik Indonesia ke 62

merdeka !!!

0 komentar:

Kemeja Merah Muda

Saya memakai kemaja merah muda hari ini. Gak seperti biasanya karena saya selalu memakai warna yg biasa aja untuk pilihan kemeja kerja ke kantor setiap hari. Baru 2 kali saya memakainya walaupun saya telah memilikinya setahun lebih. Ada alasan untuk jarang memakainya karena menurut saya warna kemeja ini agak ngejreng dan jelas warnanya cewek banget.

Pagi tadi saya berdiri didepan lemari pakaian saya, agak lama, bingung, kemeja mana yg akan saya pakai hari ini. Lalu saya teringat akan kemeja ini, juga teringat pula bagaimana dia memilihkan kemeja ini untuk saya, teringat juga pesannya untuk dipakai.

Pingky. Salah satu kata yg paling banyak ditujukan kepada saya hari ini. Banyak pula komentar yg ditujukan kepada saya, seperti “lagi jatuh cinta lagi” hingga yg paling parah “mirip warna Honda Jazz”. Belum lagi komentar-komentar yg tak terucap.

Bagi saya butuh keberanian untuk berpenampilan seperti hari ini. Untuk tampil beda dari biasanya dan untuk tampil ngejreng dari biasanya. Sudah 3 kali berarti saya memakainya, tidak seperti kemeja-kemeja saya yg lain yg jam terbangnya sudah terlampau tinggi.

Hari ini saya dedikasikan untuk dia. Dia yg memilihkan kemeja ini untuk saya.

ps. gambar saya ambil dari www.emediawire.com

0 komentar:

Nomor Telepon Layanan Informasi

- Informasi billing atau tagihan telepon Telkom = 109
- Informasi jam atau waktu = 103
- Informasi lokal / umum = 108
- Informasi interlokal = 106
- Informasi internasional = 102
- Informasi interlokal melalui operator = 105
- Informasi internasional melalui operator = 101 / 104
- Informasi telemarketing = 162
- Informasi pos dan giro = 161
- Layanan Phonogram / Telegram via Telepon = 165
- Layanan Telkom = 147

1 komentar:

Warga Jakarta benar-benar mencoblos kumisnya kemarin

Pasangan Fauzi Bowo & Prijanto akhirnya menang tipis dalam pemilihan Gubernur DKI tanggal 8 Agustus 2007 kemarin mengalahkan pasangan Adang & Dani. Dengan memperoleh suara 57,76 % dari total jumlah suara yg masuk, pasangan Fauzi & Prijanto berhak memperoleh hadiah utama berupa PR segudang permasalahan Jakarta. Hore ?!!

Walaupun kalah pada pemilihan ini, pasangan Adang & Dani yg meraih suara 42.24 %, boleh berbangga hati karena suara yg mereka dapatkan tanpa di dukung oleh partai-partai besar. Tidak seperti rivalnya, pasangan Adang & Dani melenggang pasti dengan partainya sendiri. Dengan kekalahan tipis ini menjadikan mereka kalah dengan terhormat.

Selamat untuk Fauzi & Prijanto. Jangan merasa menang dulu, karena perjuangan sesungguhnya baru akan segera di mulai. Penuhi janji yg membuat Anda berada di puncak, buat Jakarta menjadi lebih baik, jangan biarkan rakyat kecil terbengkalai, karena kau bilang Jakarta untuk semua.

Rupanya serial Si Doel Anak Sekolahan mengalahkan serial Bajaj Bajuri. ;-)

Hasil suara dilihat dari hasil akhir Quick Count Kompas di kompas.com

0 komentar:

Nasi gorengnya kurang sib nih...

Akhirnya gw ke Blitz lg.
Setelah berdiskusi mo nonton film apa, akhirnya kita memutuskan untuk nonton Alone.

Karena masih ada waktu buat makan malam, akhirnya kita makan di cafe-nya Blitz. Berharap pelayanannya cepet biar gw gak telat. Berharap makanannya juga enak sesuai dengan harganya.

Pelayanannya akhirnya sesuai dengan yg gw harapkan. Cepat. Okelah. Tapi yg gak oke makanannya ni boss. Kurang sip. Gw pesen nasi goreng sama jus stroberi. Ce gw spagheti ma lychee smoothies. Rasanya biasa aja. Cuma lychee-nya aja yg enak. Nasi goreng sama spaghetinya masih enakan buatan ce gw. Jus stroberinya juga kurang sip.

Tapi tetep view-nya bagus. Gak berubah. Masih suasana Jakarta. Lama-an sedikit disana bakalan ada band yg maen.

Gw tetep bakalan balik lagi kok. Tapi buat nonton, makan nasi goreng gak lagi kali ya. ;-)

0 komentar:

Alone

Dah nonton Alone ?

Film horror made in Thailand yg gak cuma nakut-nakutin gw dengan musik yg menegangkan dan sosok yg menyeramkan tapi juga bisa membuat gw larut terbawa dalam alur cerita.

Cerita dimulai saat wanita muda yg cantik bernama Pim (Masha Wattanapanich) menerima kabar bahwa ibunya mendapat serangan stroke. Pim dengan pasangannya Wee (Vittaya Wasukraipaisan) yg tinggal di korea terpaksa harus pulang kampung ke Thailand untuk menjenguk ibunya yg dalam kondisi kritis.

Setibanya disana, Pim merasa dihantui oleh satu sosok yg menyeramkan. Sosok itu diyakininya adalah saudara kembar siamnya bernama Ploy. Ploy yg telah meninggal seakan marah dengan Pim karena mereka telah berjanji tak akan pernah berpisah, namun karena suatu hal mereka harus dipisahkan melalui meja operasi.

Wee pada awalnya menganggap kejadian yg menimpa Pim tak lebih dari rasa stres dan bersalah saja atas kematian Ploy, hingga sampai suatu hari dia di ganggu sosok yg tak berwujud yg menuntunnya menemukan bukti seluruh kunci permasalahan yg menimpa Pim dan masa lalu nya yg sebenarnya terjadi.

Dari awal, pikiran gw sudah membentuk opini sendiri akan apa yg gw lihat dari awal film hingga pertengahan film, tapi ternyata semua berputar terbalik. Tebakan gw salah. Biasanya gw bisa menebak akhir dari sebuah film, tapi film ini ternyata tidak, tebakan gw meleset.

Film kedua karya Banjong Pisanthanakun dan Parkpoom Wongpoom asal Thailand ini mulai di putar sejak 25 Juli yg lalu dan hanya di jaringan bioskop Blitzmegaplex. Waktu yg dibutuhkan untuk membuat film ini cuma 2 tahun saja, berdurasi selama 95 menit, siap membuat para penggila film horror di Indonesia minimal kagetlah.

Alur cerita yg bagus bukan hanya menegangkan.

ps. foto gw ambil dari blitzmegaplex.com

0 komentar: